Ismail Marzuki: Maestro Betawi untuk Indonesia Pusaka

Menelusuri Jejak Sang Komponis Legendaris dari Kwitang

Tahukah Anda bahwa pencipta lagu "Indonesia Pusaka" ini sebetulnya hanya bernama Ismail saja? Nama Marzuki yang kita kenal sekarang sebenarnya adalah nama sang ayah. Di tanah Betawi, nama satu kata adalah hal yang lumrah, namun seiring waktu, nama sang ayah dilekatkan menjadi satu identitas ikonik: Ismail Marzuki.

Ismail Marzuki

Sumber: Wikipedia Indonesia

Putra Asli Tanah Betawi

Ismail lahir di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, dan menghabiskan masa hidupnya hingga menghembuskan napas terakhir di Kampung Bali, Tanah Abang. Kemampuan bermusiknya yang luar biasa membuat beliau sering disandingkan dengan Bing Crosby, musisi legendaris Amerika Serikat. Penampilannya yang perlente dan pembawaannya yang berwibawa mencerminkan kelas intelektual seniman Betawi pada masa jayanya.

"Meskipun wafat di usia muda (44 tahun), Ismail Marzuki meninggalkan warisan tak kurang dari 200 lagu yang menjadi napas perjuangan dan romansa bangsa Indonesia."

Karya yang Melintasi Zaman

Genre lagu gubahan Ismail sangat beragam, mulai dari keroncong yang mendayu hingga irama swing yang modern. Beberapa karya monumentalnya meliputi:

🎵 Rayuan Pulau Kelapa
🎵 Gugur Bunga
🎵 Juwita Malam
🎵 Aryati

Penghormatan Abadi: Taman Ismail Marzuki

Pencapaian Ismail tidak hanya bergema di Indonesia, tapi hingga ke tanah Eropa. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada tahun 1968 meresmikan pusat kesenian di kawasan Cikini dengan nama Taman Ismail Marzuki (TIM). Hingga saat ini, TIM tetap menjadi kiblat perkembangan seni dan budaya di Jakarta.

Lestarikan Karya Sang Maestro!

Butuh pengisi acara musik keroncong atau hiburan tradisional Betawi untuk event Anda? Pelestari Budaya Store siap menghadirkan talenta terbaik.

Booking Layanan Seni

pelestaribudaya.com - Menjaga Marwah, Melestarikan Sejarah.