Asal-Usul Nama Betawi Berdasarkan Sejarah Jayakarta

Sejarah Asal Usul Nama Betawi Jayakarta

Berbicara tentang asal-muasal nama kata Betawi adalah hal yang sangat menarik. Sebagai jantung Negara Republik Indonesia, DKI Jakarta memiliki akar sejarah yang sering kali disalahpahami, baik oleh penduduk asli maupun pendatang.

Mengetahui asal-usul nama Betawi adalah wajib, karena dengan memahami sejarahnya, kita akan lebih mudah memahami karakter, kehidupan, dan ideologi masyarakatnya. Berdasarkan kedekatan sejarah keluarga kami dengan tokoh-tokoh Betawi tempo dulu seperti Bang Fi’i (Imam Syafi’i), Mat Bendot, hingga Bir Ali, kami mencoba merangkum kebenaran sejarah ini.

Kritik Terhadap Teori "Batavia" dan "Budak"

Banyak analisis yang mengatakan Betawi berasal dari kata Batavia (teori ilmuwan kolonial) atau bahkan istilah negatif seperti "Bau Tai" yang muncul dari sejarah perang Mataram 1629. Namun, teori yang paling merendahkan adalah klaim Lance Castles (1967) yang menyebut Betawi adalah keturunan budak.

"Kaum Betawi seolah-olah telah menjadi keturunan asing di negerinya sendiri karena cemoohan sejarah yang tidak akurat." - Babe Gunawan Semaun Mertakusuma.

Etimologi Sebenarnya: Dari Fatawa ke Betawi

Berdasarkan naskah Silsilah Syar’i dalam Kitab Al Fatawi, Kaum Betawi bukanlah generasi budak VOC. Mereka adalah keturunan kesatria dan pemangku adat Jayakarta yang dahulunya dikenal dengan nama Betuwe.

  • FATAHWI: Artinya "Kaum Yang Menang", berasal dari pengikut Al Haj Fattahillah.
  • FATAWA: Tugas yang diberikan kepada penghuni Keraton Jayakarta yang berfungsi sebagai Mufti.
  • BETUWE: Perubahan bunyi dari kata Fatawa yang kemudian menjadi Betawi saat dituliskan dalam aksara Arab Melayu (huruf gundul).

Perbedaan Betawi dan Batavia

Penting untuk dicatat bahwa Batavia berasal dari nama desa di Belanda (Batohave/Batafkamp). Nama Batavia baru ada pada 24 Maret 1620. Sementara Kaum Betawi sudah ada sejak berdirinya Jayakarta tahun 1527. Jong Batavieren bukanlah kaum Betawi, melainkan musuh dari kebudayaan Betawi.

Identitas Keislaman

Kaum Betawi 100% beragama Islam dengan filosofi Papat Kalima Pancer (ajaran Fattahillah) yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Kaum Betawi adalah pejuang yang tidak pernah bisa dipatahkan oleh sistem penjajahan apapun.

Sumber Referensi:

  1. KH Ratu Bagus Ahmad Syar’I Mertakusuma, Kitab Al Fatawi (1954).
  2. Iwan Mahmud Al Fattah, Manaqib Syekh Junaid Al Batawi (2014).
  3. Ratu Bagus Gunawan Semaun Mertakusuma, Wangsa Aria Jipang di Jayakarta (1986).

Tanya Jawab Sejarah Betawi

Q: Apakah nama Betawi berasal dari kata Batavia?

A: Berdasarkan catatan sejarah lokal, Betawi berasal dari kata Fatawa yang kemudian menjadi Betuwe. Nama ini sudah mengakar sebelum Belanda meresmikan nama Batavia.

Q: Apa arti asli dari sebutan Betawi?

A: Secara etimologi, berasal dari Fatahwi yang berarti "Kaum yang Menang", merujuk pada kemenangan pasukan Fatahillah.

Q: Siapa sumber utama sejarah asal-usul ini?

A: Sumber utamanya adalah naskah kuno Kitab Al Fatawi yang dijaga oleh keluarga besar Jayakarta dan budayawan Betawi asli.